Saturday, 30 August 2014

Kecimpung CBR150R Lokal Alias CKD!!

Hehe.. Buakan berita hot lagi nih, mungkin udah agak basi.. Lhah kok baru di bahas ssekarang?? Waaa.. Nunggu contekan dari blogger senior/kondang ya om?? Haha.. Buka rahasia niih... Kan malu... hihi..

G laah.. g nyontek laah.. Seperti niatan dari dibuatnya blog ringan ini, sekedar mengeluarkan opini CZL pribadi perihal dunia roda dua tanah air... Ya, emang pastinya browsing di beberapa blogger senior nasional, cari referensi atau kebenaran suatu berita. Karena beliau-beliau ini kan udah level nasional, udah ada kenalan/sumber-sumber terpercaya yang valid. Sedang CZL??

Ok, balik lagi. Ada apa dengan CBR 150 lokal?? kan udah dijelasin sama IWB, TMC, Pertamax7, dll.. Iya siih.. CZL g akan nyontek kok, kan udah dijelasin di awal tadi...

New CBR250R
GIni, tampang sebenarnya dari produk fairing pertama AHM ini memang belum nongol. Tetapin dari 'penerawangan' para blogger senior, akan 90% sama dengan New CBR250R,.. iyaa yang dual keen eyes itu.. alias bermata dua.. yang juga merupakan duplikasi dari wajah Honda CBR1000RR Fireblade. Meskipun gak sama pleg, mata FireBlade 1000RR lebih menantang. Nah lho?? Kenapa?? Lak seperti produk Thailand sebelumnya..

Penampakan CBR1000RR FireBlade
Dalam arti bukan kemiripan tampangnya, tetapi kesamaan 'keturunannya'. Maksudnya gini, CBR150R Thailand saat ini kan sebenarnya 'niru' kakaknya yakni CBR250R (sebelum CBR Dual keen eyes), lha sedang CBR250R nyomot wajah dari Honda VFR, 800 cc atau 1200cc. CMIIW. Yang notabene bukan pure motor gen sport, melainkan motor berdarah touring. Noh, dalam hal ini berarti satu wajah yang (hampir) sama ini, hanya (mungkin) berbeda ukuran, di pakai pada tiga kelas yang berbeda, 1000cc, 250/300cc, dan 150cc. Wah Honda g kreatif ya, bisanya nyontek doang?? Bukan gitu sih, pasti ada maksud tertentu dari ini. Lagipula masih merupakan hal yang biasa bila suatu merk menduplikasi wajah/tampang atau kawin silang dengan produk (se-merk) yang berbeda kelasnya. Wong sekarang plagiat antar merk aja kayak udah gak ada rasa malu. Jangankan di tanah air, di rumahnya Jepang sono, plagiatisme juga udah lumrah.
CBR150R Thailand

Nah, misal entar CBR150R lokal akan bertampang layaknya Fireblade atau New CBR250R, kan juga nyusul CBR sebelumnya, satu wajah dipakai untuk tiga kelas, meski berbeda dimensi (ukuran). Awalnya CZL mengira bahwa CBR lokal ini akan berbeda dari produk sport Honda lainnya, mengutip perkataan AHM bahwa model akan dirombak total. Tetapi, tidak sepenuhnya akan sama pleg dengan kakaknya (CBR250R). CBR lokal ini menggunakan beberapa part yang berbeda dengan CBR150R Thailand. Seperti keterangan dari blogger kawakan, layaknya menggunakan sasis trust frame(tubular khas CB StreetFire)-CBR Thai menggunakan deltabox, sensor O2 akan di tempatkan pada silencer (sistem close loop)-CBR Thai diletakkan di Cyl Head (CMIIW), shock belakang udah pakai Pro-Link-CBR Thai masih konvensional, de el el.

Untuk masalah mutu atau kualitas semoga new produk Indonesia ini tidak kalah dengan kualitas Thailand. Karena kita tau, kualitas/mutu produk Thailand memang tak diragukan, konon kabarnya disana disokong oleh pemerintahnya.

New CBR CKD ini akan di duelkan dengan gacoan Yamaha, siapa lagi kalau bukan YZF-R15. Hayo-hayo, apakah euforia R15 akan terganggu dengan kelahiran CBR lokal? Yang kabarnya harga pasi akan bersaing ketat. Apakah konsumen Indonesia akan tergiur dengan model CBR Dual keen eyes? Atau mungkin masyarakat akan lebih memilih CBR karena udah DOHC? Ya, sebenarnya bisa dikata DOHC lebih 'wah' dari SOHC. Tetapi kenyataanya, kita dapat flashback kebelakang sejenak, penjualan CB150R StreetFire berkonfigurasi DOHC tidak bisa mengungguli New V-ixion Lightning yang notabene masih menganut SOHC. Apakah karena model? Atau 'black campain' tentang dudukan Pro-link Cb StreetFire yang mudah patah?? Entahlah.. Let's wait n see..

Salam Biker Nusantara !!

Sunday, 17 August 2014

Terhentinya Rekor Marc Marquez Di Tangan Pedrosa

Sebelumnya, CZL mengucapkan Dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 69.

Sebagai pencinta/penikmat motoGP, pasti taulah bahwasannya Marc Marquez mencatatkan 10 kemenangan beruntun di kelas motoGP musim 2014. Di putaran yang ke 11, tepatnya mendarat di sirkuit Brno, Rep Ceko rekor Marc terhenti. Rekor ini terhenti oleh teammatenya di Repsol Honda, Dani Pedrosa. Dan ironisnya lagi, Marc finish di posisi keempat, tidak podium. Podium 2 dan 3 diisi oleh duet Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Awal race pasti banyak seperti dugaan awal, Marc pasti akan tak terbendung dan akan mengoleksi kemenangannya yang kesebelas secara beruntun. Karena, kondisi cuaca sirkuit yang sebelumnya sempat gerimis, menjadi cerah saat race kelas motoGP akan berlangsung. Nah, seperti yang terjadi di Le Mans Perancis beberapa race yang lalu, kondisi sirkuit yang sulit ditebak akan wet atau dry race, ternyata menjadi sangat terik dan Marquez juara seperti biasanya.

Sedang Dani Pedrosa bisa dikatakan sudah lama sangat tidak berada di puncak podium. Dani terakhir juara di seri Sepang Malaysia tahun 2013 kemarin. Jorge Lorenzo yang sempat menipiskan GAP dengan Dani di 5 lap akhir tidak sempat menyusul Dani. Valentino Rossi yang mengalami crash saat free practice dan mengalami cedera pada jari kelingkingnya berhasil menduduki podium ketiga. Duo Ducati Italiano Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso yang lap awal sempat memimpin lomba dan brsaing sengit harus puas finish di posisi 5 dan 6.

Hasil race Brno:
1. Dani Pedrosa. Repsol Honda.
2. Jorge Lorenzo. Movistar Yamaha.
3. Valentino Rossi. Movistat Yamaha.
4. Marc Marquez. Repsol Honda.
5. Andrea Iannone. Pramac Ducati.
6. Andrea Dovizioso. Ducati.
7. stefan Bradl. LCR Honda.
8. Aleix Espargaro. Forward Yamaha.
9. Bradley Smith. Tech3 Yamaha.
10. Alvaro Bautista. Gressini Honda.

Friday, 1 August 2014

Sekilas Transformers 4 : Age Of Extinction

Sekuel film Transformers telah berlanjut ke seri ke 4, dengan judul Age Of Extinction. Film garapan Michael Bay ini barusan tayang tanggal 27 Juli kemarin. CZL sendiri baru nonton setelah nonton 'bajakannya' tanggal 30 Juli. Hahaha.. Jangan di tiru ya...!! Karena udah penasarn bingit sama nih film, gugling ssana-sini, nemu juga, langsung sedot gaaaan....

Kalau dulu saat menantikan ini film hanya bisa membaca ulasan alur ceritanya saja di internet, bakal mobil apa saja yang dipakai, dan para pemerannya. Ternyata setelah nonton, CZL merasa agak kecewa sedikit dengan film seri keempat ini. Kenapa? Pemerannya udah gak seganteng Shia Labeauf? Gak seseksi Megan Fox atau Rosie Huntington W? Ato gimana?

Pertama, gak ngerti sih kenapa si 'pilot' film ini, Michael Bay mengganti semua pemerannya, (entar coba gugling). Karena CZL sendiri udah sering muter serial film ini dari yang pertama, jadi untuk seri ke empat ini yang notabene pemerannya udah baru semua, serasa ini bukan film Transformers 4. Seperti film transformers tetapi beda versi, mungkin layaknya film Spiderman, kan ada tuh yang versi The Amazing Spiderman, CZL sih belum nonton. Atau juga kayak Hulk, yang juga ada versi yang berbeda.

Ok , balik lagi ya. Yang kedua, karakter robotnya juga berubah. Autobot yang masih eksis dari sekuel ketiga yakni Optimus Prime, Bumble Bee, dan Brain, serta Ratchet yang terbunuh di awal film. Bertambah lagi tokoh Autobots lainnya, yang CZL sendiri juga belum hafal namanya. kayaknya ini si 'desainer' robot atau mungkin animatornya berganti pula dari film terdahulu. Di seri keempat ini, Bumble Bee bersifat agak beringasan. Lalu tokoh Autobot yang merokok, robot merokok? Satu lagi berjubah. Ini juga yang paling berkesan berbeda sangat dengan sekuel film sebelumnya.

Yang ketiga, sentuhan emosional dalam seri keempat ini kurang berisi, atau memang tidak ditonjolkan. Mungkin Michael Bay dkk memfokuskan bahwa untuk Transformers 4 ini bertema "Laki Banget". Memang film ini basicnya merupakan semacam film bergenre action, tetapi kalau kita lebih teliti dan lebih mendalami, banyak berbeda dengan ketiga sekuel sebelumnya. Juga kurang ada sentuhan komedi, sebagai 'asesorisnya'.

Sekilas : Gambar Peringatan Bahaya Merokok

Hehe.. Laaamaaaa sangat CZL gak apdet blog nih. Laptop habis kena virus Ramnit, yang secara iseng nyerang file registry, windows g bisa log on, ya harus restart ulang deh. Haa,, curhat dikit ni...

Ok, mau ulas sedikit hal yang menurut CZL agak berkesan lucu, tentang peringatan bahaya merokok yang sekarang ini udah diterapkan pada masing-masing bungkus rokok. Pasti udah tau kan, sekarang peringatan bahaya merokok tidak hanya didefinisikan dengan kata-kata, yajni dengan gambar langsung!! Gambarnya berkesan serem bingit. Tadi lucu sekarang kok seram??

Gini lho maksudnya, karena gambarnya seram, bapak-bapak yang mau beli rokok sering menanyakan, "mas, beli rokok tapi yang gak ada gambarnya ya.." Hahaha.. Karena CZL bekerja di salah satu perusahaan retail, jadi sering menjumpai hal seperti ini. Dalam hati CZL bergumam, "Kalo takut ya gak usah merokok Pak!!" Memang dengan adanya peringatan berupa gambar ini, bertujuan mengurangi perokok aktif, yang juga menjalar ke remaja muda yang masih harus sekolah. Dalam hal ini, uang saku mereka (termasuk rokok) masih menggantung pada orang tua.

Beberapa (pembeli rokok) juga mengatakan bahwa rokok baru ini (versi gambar) memiliki rasa yang berbeda, terasa lebih hambar. CZL sendiri gak ngerti sih, 'cause CZL bukan perokok aktif, hanya terkadang saat terasa beban pikiran banyak baru hisap.. hahaha...

Dengan adanya perubahan peringatan bahaya merokok yang seperti ini, CZL rasa udah mulai dan akan membawa perubahan besar. Tetapi, wong namanya orang Indonesia, yang pintar dalam mencurangi, dan terkenal akan negara pembajak software, ada saja akal para penghisap batang pembunuh ini. Gambar pada bungkus rokok itu di tutupin pakai selotip buram, atau dikupas.

CZL gak upload setakan contoh-contohnya, seram serta menjijikkan, terasa kurang sopan entar. :D
Pesan CZL untuk adek-adek yang masih belajar nih, yang uang sakunya masih meminta orangtua, gal usah bergaya merokok, ikut-ikutan, yang katanya, "g laki kalo g merokok!", justru yang perokok aktif itu juga musti dipertanyakan, karena udah dijelaskan di peringatan rokok yang lama, yang salah satunya berbunyi, "Merokok menyebabkan impotensi".
  

Tuesday, 8 July 2014

AHM Bikin New Honda Blade 125 PGM-FI Durhaka ??

Durhaka. Kala mendengar kata ini pasti kita teringat pada kisah Malin Kundang, sebuah kisah dari Minangkabau menceritakan seorang anak yang durhaka kepada ibunya kandungnya, lalu dikutuk menjadi batu. Kenapa juduknya pakai durhaka? Durhaka ama siapa om?


Generasi Honda Blade telah lahir untuk yang ketiga kalinya. Lahir pertama kali masih mengusung sisitem pengkabut karburator, 110cc, berbodi mungil, rem belakang masih tromol, head lamp ada pada bodi (tidak pada setang). Perubahan mayor terjadi pada kelahiran kedua. Dimana bodi menjadi sangat bongsor, head lamp dual keen eyes baru (ala CBR 600) menempel pada setang, double disc brake, mesin masih karbu dan masih berkapasitas 110cc. Versi kedua ini awalnya menuai banyak kontroversi, karena dianggap plagiat New Yamaha JupiterZ.  Memang, secara garis besar, New Blade ini mirip dengan New JupiterZ. Pada kelahiran yang ketiga, produk yang masih anget-angetnya ini tidak ada perubahan banyak dalam sektor bodi, masih sama dengan versi kedua. Hanya sektor dapur pacu yang fokus  di olah AHM. Yang pertama pasti berubah ke injeksi, mesin naik kelas yang semula 110 cc upgrade menjadi 125 cc. Nah ini yang menurut CZL agak rancu, kenapa ? Simak ulasan CZL berikut.
2bb59eae004d2b6324879b653cc846dac23ca8a609fcd917c2
125cc secara tidak langsung bisa dikatakan kanibal terhadap kakaknya, Honda SupraX 125. Coba di-compare, mesin sama 125 cc, sama double disc brake, sama pula keduanya tidak ada versi yang pakai kopling manual. Memang secara lebih khusus, secara gen, kedua bebek peminum minyak ini berbeda segmen. SupraX dibuat lebih untuk motor keluarga, cocok untuk kalangan muda dan yang tua. Sedang untuk Blade didesain untuk kawula muda yang agressive, penyuka adrenalin balap (yang emang Blade dipersiapkan untuk melawan New JupiterZ dalam even balap nasional).

Lha piye toh? Secara pasar, mungkin akan terjadi kanibalisme antar keduanya. Mungkin AHM perlu menambahkan part yang 'lebih' membedakan keduanya. Agar peruntukan keduanya juga lebih signifikan. Misal kalau ada varian Honda Blade yang memakai kopling manual, layaknya varian Yamaha Jupiter Mx. Plagiat? Bukan sih.. Masih ingatkah dengan varian SupraX 100cc yang sempat muncul berkopling? SupraV dan SupraL. CMIIW. Mungkin posisi setang juga agak diturunkan, biar agak racy dikit ergonominya. Nah, dengan dua perubahan yang gak sulit untuk dilakukan (Honda) ini sudah menjadi perubahan besar untuk si Blade. Kesan balapnya lebih didapat, terutama untuk yang suka berkopling. Lho kan, pasar Jupiter Mx juga akan ikut tergerus meski tidak terlalu signifikan. Maybe.. Ini cuma perkiraan CZL pribadi. Untuk SupraX 125 biarin aja, udah ok tuh, tetep menyandang predikat 'Rajanya Bebek'. Toh facelift barunya tambah lebih ramping.

Ini yang mungkin agak menimbulkan kesan 'durhaka' dari Blade. Wah, wah, sebagai konsumen kita hanya bisa wait 'n see.
2bb59eae004d2b6324879b653cc846dac23ca8a609fcd917c2

Salam Biker Nusantara !

Thursday, 26 June 2014

Musim Emas Dani MotoGP Dani Pedrosa

Siapa yang tidak tahu kalau Dani merupakan anak emas Honda sejak mengikuti ajang balap internasional, yang di mentori Alberto Puig.


Awal kejayaan dan memuncaknya karir Dani tepatnya tahun 2003 saat dia berhasil menjadi juara dunia 125cc 2-tak (sekarang moto3). Berlanjut debutnya ke kelas 250cc 2-tak (sekarang moto2 600cc) di tahun 2004, dengan naungan Telefonica Movistar Honda Junior, dan menjadi juara dunia di tahun debutnya itu. Tahun berikutnya 2005, Dani tetap bertahan di kelas 250cc dan tetap berpanji Telefonica Movistar Honda Junior. Di musim kedua ini gelar juara dunia berhasil diraih untuk kedua kalinya tanpa hambatan yang berarti.

Tahun 2006 Dani naik kelas ke motoGP di tim Repsol Honda. Awalnya Dani sempat menjadi rebutan antara Repsol Honda dan Telefonica Movistar Honda (Gressini Honda). Kedua tim merupakan sponsor besar yang berasal dari Spanyol. Dani memilih untuk ke Repsol Honda karena memang berstatus tim pabrikan.

Dari musim 2006 sampai sekarang 2014, tepatnya sudah 9 musim Dani di tim pabrikan, tetapi Dani tidak berhasil menggenggam gelar juara dunia. Dani hanya bisa menggangu rider papan atas lainnya, nisa dikatakan Dani merupakan rider spesialis runner-up. Tetapi Dani sempat menunjukkan taringnya sebagai rider juara dengan memenangi 7 seri dari total 18 di musim 2012. Kemenangan ini merupakan kemenangan terbanyak 2012 dibanding dua rival terdkatnya, yakni Casey Stoner dan Jorge Lorenzo. Lorenzo memenangi 6 seri, sisanya 5 seri dipegang oleh Stoner. Ya, selama musim 2012, praktis podium pertama selalu dihuni oleh 3 rider teratas tadi.

Kemenangan yang banyak direnggut oleh Dani terjadi karena beberapa faktor, antara lain:
  1. Cederanya Casey Stoner. Musim 2012 adalah musim terakhir bagi Casey untuk berlaga di motoGP. Pada musim terakhirnya ini, Stoner yang menyandang sebagai juara bertahan, mengalami cedera yang mengakibatkan absen di beberapa seri dan digantikan oleh rider WSBK Jonathan Rea. Dalam keadaan ini otomatis beban banyak tim ditanggung Dani, yang saat itu performa Lorenzo juga sangat strong.
  2. Motivasi dari kritikan juara GP500 Kevin Scwants. Kritikan pedas terlontar dari rider gaek Suzuki GP500, Kevin Schwants, yang mengatakan bahwa Dani tidak akan pernah menjadi seorang juara dunia motoGP meskipun sudah lama membela tim pabrikan. Kritikan Schwants langsung di balas oleh manajer sejaligus mentor Dani, Alberto Puig. Berikut beberapa kutipan kritikan Schwants dan pembelaan Alberto :
Schwants : "Dani perlu mencapai level yang lain. Saya menyukainya, dia telah menjadi pembalap pabrik Honda selama delapan tahun dan tak pernah memenangi sesuatu (gelar juara dunia). Saya ingin dia membuktikan kalau saya salah (di masa mendatang), tetapi saya tak yakin dia mampu melakukannya".

Alberto : "Mengatakan Dani tak memenangi apapun selama delapan tahun merupakan tipikal orang yang tidak tahu apa yang dikatakannya dan terutama, itu sangat tidak sopan'.

Alberto menambahkan bahwa, seprti Schwantz, Dani mengalami banyak cedera - kemudian mengalihkan perhatin kepada gelar kelas 500cc yang diraih Schwantz.

Alberto : "Tuan Schwantz, Dani belum memenangi ini (juara dunia motoGP), tetapi dengarkan apa yang saya katakan kepadamu bahwa Anda tidak akan seperti... Anda  mendapatkan gelar itu (1993), tetapi Anda memenangi karena Wayne Rainey celaka di Misano dan berhenti berlomba. Jika tidak, Anda tidak akan mendapat gelar itu".
"Anda seorang pembalap hebat, super spektakuler, tetapi merujuk hasil-hasilnya, Anda selalu berada dibawah bayangna dari, pertama Eddie Lawson dan kemudian secara permanen dari Rainey".

Kemudian mengenai kontribusinya kepada Dani, Alberto mengatakan. "Sejak saya pensiun dari kompetisi, saya bekerja keras untuk membantu para pembalap, terutama Dani, juga pembalap dalam waktu tertentu Seperti Casey Stoner, Toni Elias, Alvaro Bautista, Marc Marquez, dan Julian Simon. Dan semua dari mereka sudah juara dunia".

"Anda tuan Schwantz, sudah memiliki sekolah balap di Texas selama bertahun-tahun untuk membantu anak-anak berlomba, dan sampai hari ini, tak ada yang berhasil bahkan lolos kualifikasi untuk ikut lomba do Eropa. Tidak ada sama sekali, dalam hal ini tak ada kesuksesan".

Alberto mengakhiri dengan sebuah cerita ketika dia dan Schwantz bertarung di trek yang sama, pada race kelas 500cc di sirkuit Hockenheim GP Jerman tahun 1994. Mick Doohan meraih kemenangan, dengan Alberto, yang saat itu juga membela Honda, finis di podium ketiga, kurang dari dua detik dari Schwantz rider Suzuki.

"Pada 1994 aya merasa terhormat berbagi podium dengan Anda dan Mick Doohan di Hockenheim. Dalam balapan itu Honda tunggannganku lebih cepat dibandingkan Suzuki, dan saya mengambil keuntungan untuk melewati di lintasan lurus yang panjang, hingga kita mencapai tikungan S, saat pengereman Anda lebih baik. Pada akhirnya di podium, saya merasa sangat terhormat dan mengagumi Anda, untuk seseorang yang baru saja mengajariku bagaimana mengerem saat limit dengan sebuah motor balap. Sayang, setelah membaca pernyataanmu, rasa hormat yang lahiir dalam sebuah hari yang dingin di Hockenheim pada 1994 lenyap semua".
Sumber kutipan dari Kompas.com

Wah, wah, sungguh pernyataan pedas yang dilontarkan balik oleg Alberto. Balik lagi ke bahasan awal.

Berikut data pemenang selama motoGP musim 2012 :
  1. Losail, Qatar. Lorenzo
  2. Jerez, Spanyol. Casey
  3. Estoril, Portugal. Casey
  4. Le Mans, Prancis. Lorenzo
  5. Catalunya, Spanyol. Lorenzo
  6. Silverstone, Inggris. Lorenzo
  7. Assen, Belanda. Casey
  8. Mugello, Italia. Dani
  9. Sachsenring, Jerman. Lorenzo
  10. Laguna Seca, USA. Casey
  11. Indianapolis MS, USA. Dani
  12. Brno, Rep Ceko. Dani
  13. Misano, Rep San Marino. Lorenzo
  14. Aragon, Spanyol. Dani
  15. Motegi, Jepang. Dani
  16. Sepang, Malaysia. Dani
  17. Philips Island, Australia. Casey
  18. Valencia, Spanyol. Dani
Pada dua seri akhir, tepatnya di Philip Island, Dani terjatuh dan tidak dapat melanjutkan race, sehingga Lorenzo mengunci gelar juara saat itu. Memang dalam musim yang kesembilan bersama Repsol Honda, Dani belum membuahkan satu pun gelar juara dunia motoGP. Selalu menjadi runner-up teammate-nya di Repsol. Tetapi siapa sangka kalau di lain waktu Dani dapat meraihnya dengan bendera lain motor (Honda)? Ya, semoga saja.

Salam Biker Nusantara !

Tuesday, 24 June 2014

Dani Pedrosa ft. Casey Stoner


Lhoh ? Kenapa judulnya pakai 'ft' (featuring), kok bukan 'vs' (versus)? Ya, CZL sengaja mengetikan ft agar tidak biasa, haha.. Kalau vs (versus) kan udah biasa. Kali ini coba ulas keunikan yang ada antara Dani Pedrosa dan Casey Stoner, versi CZL tentunya. Kalau ada yang kurang sesuai kan gak papa, wong namanya opini.

Dari tanggal lahir kedua rider Honda ini, udah unik. Tanggal 29 September 1985 di Sabadell, Spanyol, lahirlah Dani, selang 17 hari kemudian di benua yang berbeda, Australia tepatnya, lahir Casey. Yup, selisih keduanya hanya 17 hari.

Dani-Casey 2012
Masih ngatkah motoGP musim 2012? Saat Dani dan Stoner bernaung dibawah atap yang sama, Repsol Honda. Dani memakai nomor 26 dan Casey memakai nomor 27, bagi sebagian orang ini merupakan satu keunikan tersendiri. Nomor itu bukan atas kehendak dari Honda, tetapi merupakam nomor andalan masing-masing. Nomor 26 Dani diberikan oleh mentornya, Alberto Puig, yang sekarang ditugaskan HRC menangani pembalap muda asia. Sedang nomor 27 Casey konon karena Casey mengidolakan Mick Doohan pada saat awal Doohan di kelas 500cc.

250cc 2005
Keduanya hanya dua tahun bersama dalam satu tim di motoGP. Dan dalam tahun yang kedua (2012) yang kalau bisa dikatakan mereka merupakan rekan yang solid, bukan team order lho ya.. Walaupun gelar juara dunia digenggam Jorge (Lorenzo), tetapi Dani berhasil mengemas kemenangan terbanyak diantara ketiganya, yakni menjuarai 7 seri dari 18 seri 2012, Jorge dapat 6, sedang sisanya 5 juara dicatatkan oleh Casey. Ya, musim 2012 hanya 3 rider itu yang menguasai puncak podium. Bisa dikatakan tahun 2012 merupakan capaian terbaik Dani di kelas motoGP (lebih lengkap akan di bahas di post selanjutnya).
250cc 2005

Sebelum berlaga di kelas motoGP Dani dan Casey merupakan rival di kelas 250 cc 2-tak musim 2004-2005. 2005 Dani menunggangi Honda, sedang Casey memakai Aprilia. Kemenangan sering diraih Dani dengan NSF-nya hingga dapat gelar juara dunia 2 kali berturut-turut 2004-2005. Sebelumnya Dani dan Casey juga pernah berpanji Telefonica Movistar Honda, yakni  125cc Spanish Series 2001.



Salam Biker Nusantara !