Showing posts with label pejuang cinta. Show all posts
Showing posts with label pejuang cinta. Show all posts

Sunday, 19 February 2017

TANGGUNG JAWAB -Bagian 2


Selanjutnya sang suami/istri adalah bagian dari pasanagnnya. Saat merasakan kesedihan, kesedihannya adalah kesedihanku, kebahagiaannya adalah kebahagiaanku, tangisnya adalah tangisku dan lainnya. Maka akan terbangun rasa memiliki diantara keduanya. Tak akan sedikitpun menyakitinya walau pun itu pahit untuk dirasakan.
Jika sang kekasih bersalah, dengan lemah lembut membimbingnya ke jalan yang benar memarahinya sebatas maeah yang benar yaitu marah terhadap perbuatnnya yang salah bukan pada pribadinya. Tdak mencaci maki pribadinya atau malah menyindir dengan sindiran berniat mentalak akibat dari kesalahannya. Menunjuki perbuatannya yang salah dan kemudian memberitahukannya mana yang dianggap benar. Sehingga rumah tangga itu tidak dipenuhi emosi dan amarah.
Sungguh rumah tangga yang sejuk walaupun ditimpa berbagai coobaan dan ujian. Tetap tenang dalam menghadapi masalah dan ia yakin masalah pasti ada jalan keluarnya dengan bersabar.
Selain itu banyak juga yang harus dilakukan untuk merawat cinta seperti melimpahkan kasih sayang, selalu membahagiakan dengan kejutan yang tak terduga, memberi sekedar hadiah, saling memuji, memberi penilaian yang positif, mengucapkan kata-kata mesra, menciptakan suasana romantis. Membimbingnya ke arah jalan yang benar dan hanya ridho Allah SWT yang diharapkan dan sebagainya.
Begitulah moral sebagai tanggung jawab terhadap cinta yang telah diraihnya. Tdak diperbolehkan membiarkannya kering tanpa air yang menyiramnya. Manusia butuh cinta, cinta takkan pernah ada tanpa ada 2 hati yang saling terpaut dan terikat.
Merasakannya menimbulkan dentuman dn getarran-getaran jiwa yang hebat. Dengan cinta, alam semesta dan segala apa ada di dalamnya ini ada. Allah SWT mencintai alam semesta ini dengan selalu menjaga dan merawatnya. Dengan cinta-Nya lah alam ini berputar dengan teratur. Manusia hidup dengan keindahan alam yang mempesona.
Maka jangan lupakan Trilogi Cinta sebagai bagian pokok dari cinta manusia. Raihlah cintamu denga ketulusan hati. Jangan kau sisipkan nafsu ke dalam cintamu. Nafsu hanya akan menenggelamkanmu.
Ingat, HASTA (Hati, Sepasang Kekasih, dan Tanggung jawab). Hidupmu akan bahagia. Insya Allah.

TANGGUNG JAWAB -Bagian 1

Setelah mendapatkan apa yang namanya cinta, Trilogi Cinta yang terakhir adalah moral alias tanggungjawab terhadap cinta itu. Merawat dan memupuk cinta agar terus mekar dan berkembang. Tak seharunya seorang pecinta hanya banga setelah mendapatkan cintanya lalu dia meninggalkan cintanya tanpa penuh tanggung jawab menjaganya. Bangga dengan prestasinya mengejar cinta namun setelah didapat malah membiarkanyya ditumbuhi lumut dan ilalang.
Ingatlah bagaimana mungkin melupakan perjuangan meraih cinta itu, berkorban, berpeluh keringat, dicaci maki, dimarahi, eh... malah membiarkan cinta itu layu bagai bungan ditengah pasir yang gersang. Sebaik-baiknya langkah yang hasrus dolakukan adalah tunjukkan bahwa cintamu kepada isteri/siamu anda begitu besar tanpa kenal waktu dan zaman. Buktikan bahwa cinta yang tumbuh ingin ada sehidup-semati. Bukan cinta layu, yang kemudian mencari lagi.
Seorang suami/istri harus lebih banyak lagi mencurahkan segala cinta, kasih sayang dan pengorbanan di dalam rumah tangganya. Mengurus segala keperluan suami/istri, rumah, anak-anak dan lainnya. Kadang senyuman manis dari seorang istri mampu menghilangkan rasa lelah bekerja mencari nafkah. Merasa senang dan terhibur saat istri berdiri di pintu masuk menyambutnya dengan penampilan yang baik, dengan senyuman yang manis, mencium tangannya, duh mesranya.... Seakan-akan masalah-masalah di kantor yang ada, hilang tanpa bekas saat sang suami sudah berada di rumah. Ia betah tinggak di rumah sampai-sampai saat berada di kantor, ia tak sabar ingin cepat pulang untuk bertemu dan berjumpa dengan sang istri tercinta. Baginya kebahagiaan hidup dengan sambutan yang mesra menantinya pulang.
Kemudia jadilah pelengkap baginya. Jika ada kekurangan dari pribadinya yang muncul, sebaiknya tidak membeberkan rahasianya, tapi harus menjadi “penambal” yang mahir. Menambal kekurangan pribadi yang ada merupakan salah satu tujuan pernikahan. Dimana dua insan manusia bersatu bukan dalam keadaan sempurna. Masing-masing membawa ketidaksempurnaan/kekurangan. Sehingga saat keduanya disatukan akkan saling memberi dan menerima. Seperti perminan bongkar pasang gambar, dimana hal yang kurang dicarikan pelengkapnya sehingga yang nampak dalam rumah tangga adalah keutuhan dan keserasian hidup. Hidup saling mengisi dan melengkapi.
Jangan merasa bahwa sang suami/itri pasto membutuhkannya sehingga tidak perlu diperintah akan mampu membaktikan dirinya kepada pasangannya. Menanyakan apa yang terjadi masalahnya kemudian menyelesaikannya dengan baik.

SEPASANG KEKASIH – Bagian 2


Berbeda dengan seseorang yang memilih pasangan hidupnya dengan barometer dunia yaitu kecantikan, harta, kedudukan dan keturunan. Jika harta menjadi sandaran dalam rumah tangga, ketika hartanya habis maka hancur pula bangunan rumah tangganya. Sebab bagaikan mesin mobil yang hilang. Maka mobil itu takkan mampu berjalan. Dengan harta yang habis, operasional rumah tanga juga takkan berjalan. Sang kekasih hanya senang ketika pasangannya berlimpah harta, pangkat, keturunn dam kecantikan. Ia sebenarnya mencintai dunianya bukan yang dititipi dunia. Jadi akan hampa cinta yang ada dalam jiwanya. Kalaupun mesra dalam melayani pasangannya, itupun hanya topeng belaka sambil berharap kematian datang agar ia bisa mewarisi semua hartanya. Jadi berhati-hatilah.
Jika begini adanya, rumah tangga hanya akan diukur dari segi materi. Segala apa yang ada dan terjadi dinilai dengan seberapa besar materi/harta yang ada dan dipergunakan. Rasa kasih sayang akan pupus dan sirna. Dia berkeyakinan dengan mencukupi segala kebutuhan anak-anaknya denagn materi, mereka akan patuh dan tunduk kepada orang tua. Padahal anak membutuhkan lebih dari sekedar materi. Kejiwaan dari dalam hati yang tuus dengan kasih sayang yang melimpah lebih mereka butuhkan.
Mka tak heran, jika banyaknya broken home (rumah tangga hancur) lebih sering didominasi oleh kaum orang kaya yang kering suasana kasih sayang. Walaupun tak menutup kemungkinan golongan orang miskin itu juga mengalaminya.
Selanjutnya pilihlan pasanganmu dengan bebas tanpa paksaan. Artinya setiap manusia telah dijodohkan oleh Allah SWT. Tidak mungkin Allah SWT menciptakan manusia tanpa pasangannya. Dimanapun ada laki-laki pasti ada perempuan. Setiap perjodohan itu pasti akan terjadi dan hanya waktu disertai ikhtiar (usaha) dan jga izin Allah SWT yang menentukan.
Didalam memilih kita bisa berdiskusi dengan keluarga, sahabat, guru, dan lainnya. Supaya mendapat pandangan dari berbagai pihak untuk lebih baik dalam memilihnya. Namun pilihan tetap jatuh dalam genggama amnda sendiri. Jadi hindarkan diri anda dari paksaan dan memaksa.
Namun dalam kasus lain, terkadang orang tua memaksakan kehendaknya agar si anak mau menikah dengan pilihannya (orang tua). Agar tidak terjadi kontra dlam perjodohan semacam ini maka komunikasi antara orang tua dan si anak adalah solusinya. Membeberkan kemauan orang tua dan anak agar dapat diketahui dan dipahami dengan baik dan tentunya dengan kepala dingin. Tidak ada masalah yang tanpa jalan keluar. Semua masalah diciptakan oleh Allah SWT pasti dipasangkan dengan jalan keluarnya.
Oleh karena itu jadilah sepasang kekasih yang saling mencintai dengan mengangkat harkat dan martabat cinta. Berjuanglah untuk menggapai cinta. Cinta yang benar dan tulus. Jangan bersembunyi dibalik kata cinta tapi memendam kebusukan hati untuk menghianati cinta.

Sepasang kekasih
bagaikan sepasang burung merpati yang bercumbu mesra
diatas dahan pohon yang rindang.
Melantunkan nyanyian indah nan merdu
penuh rahasia cintanya

SEPASANG KEKASIH – Bagian 1

Apakah cinta membutuhkan subjek? Percintaan tak akan terjadi jika tak ada pelakunya. Cinta yang ada pasti hinggap pada sepasang kekasih. Pelaku iilah yang membuat cinta terasa hidup. Getar-getar cinta akan dapat diwujudkan dalam bentuk nyata sehingga mampu dilihat oleh mata. Sepasang kekasih yang terbuai oleh cinta, keduanya akan selalu menampakkan rasa cinta itu kepada pasangannya baik dalam perbuatan, ungkapan, dan perasaan hatinya. Yang kemudian orang kan mengetahui dan melihat siapa dan dimana cinta itu hinggap. Jangan pernah berfikir bahwa cinta tak membutuhkan pelaku. Cinta yang hadir tanpa adanya subjek maka itu bukanlah cinta. Karena memang takkan pernah hadir sebuah cinta tanpa hasirnya sepasang kekasih.
Bapak nabi Adam as mencintai Ibu Siti Hawa. Sebelum kehadirannya, Nabi Adam terasa kesepian dan hampa hidup di di surga tanpa ada yang menemaninya. Maka Allah SWT kemusian menciptakan Ibu Siti Hawa dan akhirnya cinta hadir di lubuk hati terdlam keduanya. Yang kemudian dari cinta itulah lahirlah keturunan umat manusia hingga kini. Begitulah Trilogi Cinta yang kedua.
Lalu, selama memadu kasih sepasang kekasih itu tak akan pernah selalu berjalan di jalan di ajaln yang panjang, lurus tanpa kerikil. Walaupun cinta menjadi dasar kehidupannya, mereka akan dipenuhi onak dan duri serta berjalan di ombak yang menggulung-gulung. Mungkin ada perseliishan dari berbagai masalah yang ada, atau juga bentrok akibat kondisi yang sudah ada. Hal tersebut merupakan hal yang biasa bagi seorang manusia.
Manusia yang penuh cinta pasti akan diuji dengan rasa cintanya tersebut. Benarkah cinta tu tulus walaupun diriku penuh dengan kekurangan? Maukah dirinya menerimaku meskipun diriku jauh dari apa yang diharapkannya? Seseorang takkan pernah disebut pencinta sebelum dia membuktikan bahwa segala apa yang menjadi masalahnya dan dirinya (kekash) tak menghalanginya untuk tetap mencintainya (kekasih).
Justru dengan inilah kadar kecinttan seseorang dapat diukur. Apakah ia mencintai seluruh hidupku? Apakah hanya kelebihanku saja yang ia cintai sedangkan apa yang menjadi kekurangan ku ia benci?
Maka pecinta yang sesungguhnya total mencintai kekasihnya. Walaupun dikemudian hari nantinya diketemukan masalah seperti itu. Dia justru akan menjadi pelengkap bagi kekurangan diri kekasihnya. Ia mensyukuri kelebihan yang dimilikinya dan saling melengkapi kekurangan yang ada. Sebab takkan pernah ada manusia yang hidup sempurna sejati.
Oleh karena itu, hati manusia jelas berbohong, jika ia mengatakan “Aku mencintaimu apa adanya, sayangku!”. Namun iaa belum membuktikan dalam kehidupan yang nyata. Tentunya dibuktikan dalam sebuah rumah tangga yang telah memalui proses pernikahan yang sah.
Selain itu, bagi sepasang kekasih ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan untuk memilih pasangannya. Merujuk pada Al-qur'an dan hadits Rasulullah, menentukan pilihan pasangan hidup bukanlah hal yang remeh dan mudah. Pilihan seseorang pasti didasari oleh arsa cinta antara hati dan hati serta logika (akal).
Namum dalam ajaran Islam melalui sabda Rasulullah yang membimbing umatnya dalam memilih pasangan hidup. Beliau berdabda :”Waniat dinikahi karna 4 hal yaitu, hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah wanita yang mempunyai agama nscaya kamu akan mendapatkan semuanya.:
Beliau menekankan kepada umatnya baik laki-laki maupun perempuan sebaiknya memilih pasangan hidup dengan bekal agama. Pilihlah agamanya yang kokoh dan kuat karena dengan agama hal-hal yang berbau keduniawian seperti kecantikan, kekayaan, kemuliaan, keturunan dan lainnya akan ikut meyertainya. Agama yang kokoh akan mampu menjadi kendali terhadap dunia yang didapatkannya. Orang tidak akan terombang-ambing menjadi pecinta dunia dalam kehidupan rumah tangganya kelak. Barometer tujuan hidupnya jelas bahwa ia hidup hanya untuk meraup keridhoan Allah SWT dengan amal dan takwa.

TRILOGI CINTA

Trilogi cinta merupakan tiga dasar cinta yang selalu akan hadir pada setiap manusia yang memiliki cinta. Manusia takkan terlepas dari ketiganya. Trilogi Cinta adalah bagian pokok untuk dapat menggapai cinta yang sebenarnya.
Trilogi Cinta terangkum dalam HASTA yakni Hati, Sepasang Kekasih, dan Tanggung jawab. Manusia yang hidup dengan cinta ia akan mebemukan ketiganya dalam kehidupan yang nyata.

Yuk simak satu persatu dari Trilogi cinta ini. Yang pertama HATI(klik).

HATI – Bagian 2

 Sebelumnya HATI – Bagian 1

Maka ingatlah, jika hati kita bersih cinta tumbuh juga akan bersih. Bagaikan mata air yang bersih mengalir dengan kejernihannya. Meskipun dalam alirannya akan banyak ditemui kotoran-kotoran yang mengganggu tapi air akan tetap jernih sepanjang aliran sesab sumber mata air selalu membersihkannya.
Jadi dalam Trilogi Cinta, hatilah sebagai otak bercinta. Nah sekarang bagaimana hati bisa menerima cinta. Mungkinkah cinta itu memaksa hari atau sebaliknya hati memaksa cinta.
Cinta akan timbul jika ada sebab. Dan sebab itu datang bukan atas kehendak manusia. Tapi kehendak dan izin Allah SWT. Sehinga dimana dan kapanpun manusai berada, ia tak pernah tahu kapan dan dimana sebab itu akan datang, Dan akhirnya orang akan bilang, “Cinta itu memang misterius”.
Setiap cinta yang timbul dan dimunculkan oleh Allah SWT akan bergerak tanpa permisi hinggap di hati seseorang. Ia menempati tempat tertinggi di dalam tahta kerajaan ahti manusia dan tak ada sebab lain yang bisa meruntuhkannya kecuali Allah SWT.
Denagn cinta yang hadir barulah manusia akan terpesona, bahagia, mabuk kepayang, terhipnotis, dan sebagainya saat bertemu dan memandang sang terkasih. Dan sebab itu akan datang dari beraneka macam alasan. Setiap manusai memiliki prioritas dan titim tekanan yang berbeda-beda. Ada yang jatuh cinta hanya gara-gara senyuman yang menawan, hartanya yang berlimpah, kecantikan wajahnya yang memancar, akhlaknya yang terpuji, agama yang kuat, keturunan yang ningrat, tubh yang menggoda dan sebagainya. Sebab-sebab inilah yang sebagian dapat menimbulkan cinta.
Jika tidak ada saling memaksa. Jika keduanya yaitu antara sebab dan hati cocok maka cinta akan berkembang. Keduanya akan saling mengisi dan memahami satu sama lain. Dan ingat, bahwa cinta itu takkan dapat dipaksakan. Jika dipaksakan, ia akan berontak melawan kungkungan jiwa yang memaksa. Sehingga akhirnya dpat mengakibatkan keburukan baginya.
Namun ada ungkapan orang jawa, “Tresno jalaran soko kulibno “ (Cinta akan datang sebab biasa). Artinya cinta kan dapat tumbuh saat kita berkumpul dengannya dan menemukan titik kesesuaian dan kecookan dengan dirinya. Tentunya hal itu dilewati dengan pernikahan dahulu. Awalnya tidak ada saling mencintai bahkan tertarik pun tidak. Namun dengan seiring berjalannya waktu, lambat laun dirinya menemukan sesuatu hal pada suamu/istri yang menjadi sebab ia mencintainya. Hal semacam ini banyak terjadi di kalangan orang tua kita dahulu atau mungkin sekarang mmasih ada. Maka membuahkan rasa cinta memang tak secepat kilat, butu proses dan waktu yang cukup lama.
Kemudia ada titik-titik yang sangat disukai dan dibenci oleh potensi hati. Titik-titik itu berada pada setiap hati manusia. Hati akan selalu menyertakannya pada setiap keadaan. Titik tersebut adalah titik baik dan titik buruk. Kedua titik tersebut memberi pengaruh yang luar biasa bagi perkembangan dan keadaan hati. Hati yang selalu dipenuhi titik baik misalnya, saling menyayangi, menghormati, memberi hadiah, kelembutan, berkata-kata manis, memuji, memberi nasehat dan sebagainya, akan memancarkan sinar penuh kebahagiaan. Sehingga sepasang kekasih yang selalu berbuat seperti itu akan dalam kebahagiaan bersama. Hatinya akan menerimanya denga n baik dan selalu bersih serta indah jika dipandang.
Maka kembangkanlah titik ini, hiup anda pasti akan bahagia dan cemerlang.
Berbeda dengan titik buruk misalnya, amarah, caci maki, kebohongan, buruk sangka, benci, acuh tak acuh, dan lainnya, akan menimbulkan noktah-noktah hitam yang akan menyebar terus dan akhirnya merubah hati menjadi hitam. Titik inilah yang ditolak oleh hati setiap manusia. Hati akan menolak dan berusaha menjauhinya, tidak akan sedikitpun bekerja sama dengan titik keburukan ini. Seburuk-buruk hati manusia pun jika hatinya disakiti, ia akan marah dan menolaknya.
Jadi peliharalah hati selalu. Jadikan hati ini selalu bersinat dengan cahay ke-Ilahian dengan selalu bernuat bak dan menghindarkan dari perbuatan burul. Jangan pernah bermimpi mendapatkan cinta yang murni jika hatimu masih kotor. Cinta yang murni dan bersih hanya akan didapatkan dari hati yang bersih. Bersihkanlah niat dan cara mendapatkannya.
Ingatlah hati anda adalah bagian dari Trilogi Cinta anda.

HATI – Bagian 1

Setiap manusia memiliki segumpal daging yang sangat penting bagi kehidupannya. Segumpal daging itu memberikan perasaan teraneh, terindah, terperihkan, dan sebagainya. Segumpal daging itulah yang disebut hati. Secara jasamani memang hati berada di dalam tubuh manusia sebelah kiri. Secara biologis hati itu berfungsi sebagai penetralisir zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh manusia termasuk racun, bakteri dan lainnya yang mengalir dalam aliran darah.
Tapi dalam trilogi cinta ini, CZL tidak mengarahkan kepada keberadaan hati secara jasmani. Hati yang CZL maksud adalah hati yang bersifat abstrak, dimana ia ada tapi tak berbentuk. Ia ada tapi membuat manusia berada. Hanya berbagai rasa, akibat dan sentuhan-sentuhan saja yang bisa draba dan dirasakan. Dalam wujudnya ia tak tampak namun mamnpu menggetarkan dan menggelorakan jasmani yang berwujud. Kita takkan mampu membayangkan hati dalam bentuk segumpal daging yang kecil itu menerima berbagai macam zat, rasa, imajinasi, sentuhan dan sebagainya yang akan datang silih berganti. Namun hati dalam bentuk abstrak yang terdapat pada setiap manusia mampu melakukannya. Hati ini akan mampu mengangkat dan meninggikan hakekat keberadaan manusia di bumi ini. Walaupun manusia berpijak di bumi namun ia secara rohani akan mampu melesat terbang tinggi bak meteor, menembus cahaya ke-Ilahian, memerobos gumpalan sekat-sekat kemalaikatan, mengalahkan tingkatan malaikat untuk kemudian berlabub dalam fase keindahan bersama Allah SWT.
Hati inilah yang selalu mencahayai manusia dalam kegelapan. Mentingkirkan kerikil dan noktah-noktah hitam kebusukan di dalam jiwa manusia. Menjadikan manusia durjana berubah menjadi manusia Insan Kamil (manusia sempurna) dengan akhlak-akhlak yang terpuji.
Dalam trilogi cinta, hati dipenuhi dengan berbagai perasaan memegang kendali. Manusia yang bericinta takkan pernah lepas dari hati yang bercinta. Sebab menjadi sumber pokok cinta adalah hati. Bagamana mungkin cinta yang tak hadir dalam hati manusia akan membuat manusia bercinta. Dengan hati yang diselubungi cinta, maka gerak-gerik dan tingkah lakunya akan berbau cinta.
Bayangkan seandainya diri kita seorang pecinta mengasihi seorang terkasih. Ketika memandangnya bagaikan air yang menyentuh kerongkongan kering, sejuk dan indah serta terasa nikmat. Hati akan berbunga saat dirinya membalas dengan senyuman manis nan indah. Ketika hati sebagai sang raja tersentuh bagaikan matahari yang bersinar, ia akan memancarkan getaran-getaran iyu keseluruh tubuhnya untuk bergerak dan melakukan sesuatu hal demi menggapai cintanya tersebut. Tak ada paksaan dan perintah. Yang ada hanya ketulusan jiwa dalam berbut untuk dapat bersanding dan bercengkerama dengan dirinya. Walaupun jurang memisahkan dirinya, dia akan tetap terus berjuang melewatinya. Tak ada yang mampu membendung perasaan cintanya.
Kata-kata puitis akan keluar dari bibirnya untuk dipersembahkan kepada pujaan hatinya. Harta tak oernah terpikirkan berapa yang harus diberikan. Seandainya sang pujaan hati bahagia, akan bahagia pula hatinya. Walaupun berkorban harta sebanyak apapun. Pangkat tak bisa memisahkan meskipun dia berada jauh dibawah strata sosialnya. Baginya bukan pangkat yang bisa membuatnya bahagia, tapi dua hati yang saling mengasihi bersanding dan bersatu dalam buaian cinta yang tulus.
Dia kobarkan api perjuangan kija kedua orang tuanya tak merestui hubungannya. Ia akan berjuang gigih meyakinkan hati orang tuanya agar mau mempersatukannya dalam rumah pernikahan. Tak ada kata menyerah bahkan jika perlu kabur dalam gubuk 'kawin lari' (Duh jangan sampai ya). Hati akan berontak menjunjung harkat dan martabat cintanya. Berselancar menapaki ombak-ombak bergelombang dengan usaha gigh dan keras untuk tujuan yang satu. Yaitu cintaku kudapatkan dari hatinya.
Beginilah para pecinta dengan hatinya. Jadi hati adalah sarana dan tempat dari sebuah cinta yang tumbuh. Para ulama salafus sholih sangat hati-hti sekali dalam meratwat dan menjaga hatinya. Berbagi tingkah laku dan perbuatan yang mengotori hatinya, mereka tinggalkan dan setip saat selalu berupaya membersihkannya.

Lanjut  HATI – Bagian 2