Tuesday, 13 May 2014

Spesies Crossover Prenatur

Honda City Sport 1 atau yang disingkat Honda CS1. Dari namanya, nih motor di peruntukkan memecah jalanan perkotaan yang sering macet. Desain body semi motor sport dengan ergonomi motor bebek. Juga sebagai motor sport entry level, sarana peralihan dari motor bebek ke motor laki.

Sekilas desainnya memang agak nyeleneh. Disebut motor laki tapi beberapa bagian masih pleg motor bebek, seperti tangki bensin yang masih di bawah jok dan garpu depan yang paling menonjol. Tampaknya spesies ini belum siap untuk diterima masyarakat Indonesia. Dibuktikan dengan data penjualan yang tiap tahun terus melempem. Banyak pengamat otomotif, khusunya roda dua, yang menilai desain CS1 saat ini belum waktunya bisa dierima khalayak, masih prematur. Bisa dikatakan peminat/penyuka Honda CS1 ini terlalu "segmented", hanya kalangan orang tertentu yang menyukainya. Kabarnya memang desain aslinya tidak seperti itu. Desain asli dirancang oleh "anak bangsa", tapi dikaji dulu di Jepang.

Kelahiran CS1 oleh Honda diperuntukkan meramaikan pasar bebek super macam Suzuki Satria F150 dan Yamaha Jupiter MX135. Jika Satria F menganut aliran ayago (ayam jago, red) dan Jupie MX tetap ori bebek, maka Sang City Sport membuat aliran yang berbeda, crossover, layaknya Ducati Multistrada. Dan jika Satria F menggendong mesin DOHC 150 cc dan Jupie MX SOHC 4 klep 135cc, gacoan Honda ini hanya punya mesin 125cc, SOHC 2 klep pula. Tetapi, si "domba garut" ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab dapur pacunya yang 125cc itu merupakan downgrade mesin Honda Sonic Thailand, yang notabene dulu rival berat Suzuki Raider (sekarang Satria F versi Indonesia) di tanah kelahirannya sono (Thailand). Coba googling tentang CS1, ada postingan blogger senior IWB.com yang bahas kesadisan CS1 meladeni Yamaha V-ixion. Mungkin saking exited-nya pak dhe Iwan sampai saya sendiri juga greget dalam ngebacanya.

Pict Ducati Multistrada


Ya, CS1 kelahiran 2008, disuntik mati antara 2011-2012, berumur hanya 3-4 tahun saja. Sampai sekarang ini pun belum ada kejelasan mengenai CS1 reborn, ataupun CS1 injeksi. Kabarnya Honda sedang mempersiapkan si jabang bayi benar-benar. Mungkin AHM tidak mau kecewa lagi, layaknya CB150R Streetfire yang sisi pasarnya masih kalah telak oleh penguasa tahta sport 150cc tanah air, Yamaha V-Ixion Lightning.

Semoga CS1 reborn segera terwujud, penantian oleh penggemar setia "domba garut" CS1.

Saam Biker Nusantara!


Sunday, 11 May 2014

Desain Honda RCV Dari Tahun Ke Tahun

Well, lihat pict ini,









Dengan berbagai regulasi yangdirubah oleh promotor motoGP, Dorna, desain Honda RCV berubah dari waktu ke waktu. Bukan hanya milik Honda, Yamaha M1, Ducati GP series pun akan menyusul saya coba post di lain waktu.

RCV konsep yang diujji coba langsung oleh Sang Maestro Valentino Rossi.














RC211V 2001
Musim 2001 meerupakan musim yang unik dimana Honda menurunkan dua jenis mesin dalam satu race, RC211V 4tak terbaru dan NSR500 2tak.

RC211V Valentino Rossi 2003


RC211V yang digeber Sete Gibernau, yang dulu sempat jadi rival utama Vanetino.




RC211V 2005


RC211V 2006 Dani Pedrosa




RC212V
Perubahan regulasi kapasitas mesin dari 990cc menjadi 800cc merombak desain RCV. Dengan buritan yang pendek, motor ini kelihatan mungil. Sayang desain yang paling beda ini hanya bertahan selama satu musim.









RC212V 2008
Honda kembali menaruh muffler pada bawah ekor motor pada RC212V 2008. Sampai musim 2011 desain tetap sama, hanya ada perubahan minor saja.

RC213V 2012

Musim 2012 mesin kembali memakai 1liter.

RC213V 2013

Perubahan desain sponsor Repsol yang lebih fresh yang setelah lama tidak ada perubahan.

RC213V 2014
Tampak perubahan ada pada airscoop yang back to jadul layaknya nenek moyangnya dahulu.

Ya, dari waktu ke waktu, dengan adanya regulasi yang berubah-ybah tiap tahunnya, merubah juga desain motor Honda RCV series. yang dahulu tampak racy, nungging, sekarang tampak layaknya motor harian. :D

Sekian dulu, keburu kerja nih.

Salam Biker Nusantara!





 

Saturday, 10 May 2014

The Record Breaker Mark Marquez

Mark Marquez. Yap, pasti langsung tertuju pada rider muda yang berpanji Repsol Honda. Siapa sih yang tidak mengenalnya? Masih muda, berparas tampan, dan murah senyum. Pemuda yang fantastis baik musim pertama maupum musim keduanya di motoGP. Rider yang masa mudanya mengidolakan Valentino Rossi ini bahkan sudah memecahkan beberapa rekor yang telah dicacatkan oleh idolanya itu. Berikut akan di ulas beberapa rekor yang dibuat Mark.

Rekor-rekor utama dalam satu musim:
1. Rookie pertama di balap kelas primeryang langsung juara dunia di tahun perdananya. Rekor yang sama dipecahkan Kenny Roberts yang saat itu motoGP masih bernama 500 World Champion tahun 1978.
2. Juara termuda dengan usia 20 tahun 266 hari, memecahkan rekor Freddie Spencer yang menjuarai balap 500 di usia 21 tahun 258 hari pada tahun 1983.
3. Pembalap keempat dalam sejarah Grand Prix yang memenangi tiga kelas yang berbeda. Rider lain yaitu Mike Hailwood, Philread, dan Valentino Rossi.

Sementara untuk rekor-rekor lainnya:
- Total poin 334, poin tertinggi yang diraih seorang rookie dalam setahun.
- Pole position sembilan kali dalam satu musim, dimana belum ada rookie yang melakukannya.
- Berada di podium 16 kali, juga belum ada rookie dengan prestasi serupa.
- Rookie yang juara enam kali dalam setahun.
- Rookie pertama dan rider termuda yang memenangi 4 seri secara beruntun.
- Rookie termuda yang menang tiga kali mengungguli Kenny Roberts.
- Menang tiga kali berturut-turut termuda mengalahkan Freddie Spencer.
- Rookie termuda menang dua kali berturut-turut Mengalahkan Kenny Roberts.
- Menang dua kali beruntun dengan usia termuda mengalahkan rekor Freddie Spencer.
- Podium empat kali berturut-turut dengan usia termuda, memecahkan rekor Max Biaggi tahun 1998.
- Peraih podium tiga kali beruntun dengan usia termuda, rekor sebelumnya dipegang Jorge Lorenzo.
- Pemimpin klasemen termuda, memechkan rekor Jorge Lorenzo saat menang di Estoril Portugal 2008.
- Meraih dua podium di dua balapan pertama di kelas primer menyamai rekor Jorge Lorenzo.
- Kemenangan di Austin juga membuatnya menjadi pembalap termuda yang menang dalam tiga kelas yang berbeda, melewati rekor Dani Pedrosa di usi 20 rahun 227 hari yang saat itu dicetak di Shanghai China 2006.
- Pole position termuda yang dicetak di Austin ketika usia menginjak 20 tahun 62 hari. Rekor sebelumnya Freddie Spencer dengan usia 20 tahun 153 hari di Jarama 1982.
- Rider termuda memenangi balapan kelas primer (tercatat pada GP Amerika) pada usia 20 tahun 63 hari mengalahkan rekor Freddie Spencer saat itu usia 20 tahun 196 hari yang memenangi GP 500 di Belgia pada 1982.
- Pembalap termuda peraih fastest lap dalam kelas primer  di usia 20 tahun 49 hari. Rekor sebelumnya dicetak Freddie Spencer yang saat itu berusia 20 tahun 161 hari di sirkuit Misano pada 1982.
- Rider termuda keempat dalm sejarah yang finish podium di balap pembuka (saat itu Losail, Qatar) setelah Randy Mamola, Eduardo Salatino, dan Norick Abe.

Ya, Mark memang masih muda. Pasti masih akan memecahkan berbagai rekor seniornya dan membuat rekor-rekor baru.

Salam Biker Nusantara!

Kabar Yamaha R25

Hehehe,, finally kabar indent monster 250 cc baru Yamaha muncul, yakni tanggal 20 Mei. Yup, siapa lagi kalau bukan R25?? Yang udah nungguin kelahirannya, yang udah ngempet pengen beli segera indent. Siapa yang tidak penasaran, foto-foto prototype-nya yang begitu fresh, yang diuji langsung oleh legenda hidup motoGP Valentino "The Doctor" Rossi.

Dalam bentuk yang masih prototype, yang mana masih berbaju balap ala M1, belum ada head lampnya. Nah, ini nih yang menjadi misterius. Beberapa blog senior maupun yang masih berkembang beberapa mencoba menerawang bakal bentuk si head lamp dari R25 ini.

Setelah dekat dengan hari kelahirannya, mulai terang pula akan bentuk misterius itu. Ada juga foto-foto bocorannya. Kesan fresh dapat banget saat sudah pakai head lamp. Kedigdayaan Kawasaki Ninja bakal di uji nih. Dalam hal ini sektor pasarnya yaa.. Kalau CBR masih dibawahnya Ninja, mungkin karena masih menggendong single cylinder ya, jadi kurang begitu diminati.

Melihat desain head lamp-nya pasti akan teringat oleh tampang sangar satu seri Honda CBR 600 RR, meski tidak sepersis/ presisi pas. Plagiat? Tiru meniru antar pabrikan memang sudah tidak menjadi hal yang tabu lagi. Bukan hanya di tanah air aksi plagiatisme ini terjadi. Bahkan di rumah (negara) lahirnya pabrikan besar ini juga terjadi.




 Dengan spesifikasi mesin yang sama dengan Ninja 250, dua silinder serta desain yaang begitu fresh, menjadi nilai lebih kuda besi ini. Seiring berjalannya waktu tampaknya R25 akan duel head to head dengan Ninja 250. Sementara CBR akan tetap tidak berkutik jika tidak segera realisasikan New CBR 250 dual cylinder.

Yah, sesuai postingan saya sebelumnya Perang Pasar Monster 250cc kita sebagai konsumen yang di untungkan. Semoga tulisan amatiran ini bisa bermanfaat buat para pembaca, ihihi.

Salam Biker Nusantara!

Perkembangan Era MotoGP

Yup yup yup... 4 seri motoGP telah berlalu yang kesemua serinya di juarai oleh rider muda Spanyol asal Repsol Honda Team, Mark Markuez. Pada musim 2013 kemarin Mark berhasil menjadi juara dunia pada tahun perdananya di motoGP. Dan pastinya bukan untuk yang pertama kalinya, banyak fans yang meng-compare (skill) antara Mark dengan (Valentino) Rossi. "Bagaimana ya kalo Marquez race di era Rossi dulu?" tanda tanya iseng para fans. Ada pula yang mencibir "Sekarang Mark hanya naik Asimo (robot humanoid buatan Honda, red), tinggal buka dan tutup gas doang!". Dan kalau doteruskan pasti tidak akan ada habisnya.

Oke, basic-nya MotoGP tidak hanya merupakan adu cepat saja, tetapi juga ajang para vendor pabrikan untuk adu teknologi, dalam hal ini teknologi dalam dunia roda dua. Lain halnya dengan Superbike, yang notabene motor produksi massal yang beberapa partnya diganti dengan part racing lalau dipakai balap. Nah, mulai ketemu kan titik masalahnya bahwa Mark tidak bisa langsung dibandingkan dengan Rossi secara langsung. Ada opini "Jaman Rossi dulu (tanpa kontrol elektronik yang berlebih) skill 80% sedang motor hanya 20%, sekarang skill rider 20% motor 80%".

Sebagai penikmat motoGP tidak sedikit yang beranggapan motoGP sekarang sudah tidak seseru dahulu, dimana dulu banyak aksi overtaking antar pembalap, dimana tikungan merupakan tempat seninya motoGP, bukan hanya sebagai stage para rider meng-overtake lawan tetapi juga stage dimana para rider sering highside kalau tidak memperhitungkan laju motornya. Pada era Vale dulu (ataupun sebelumnya), para pembalap memang dituntut paham betul karakter motor dan sirkuit, karena memang masih minimnya perangkat elektronik. Sehingga untuk rookie perlu belajar menunggang monster 500cc setidaknya 1-2 musim.

Balik lagi ke awal, motoGP memang diprioritaskan untuk adu teknologi. Dalam hal ini Dorna sebagai pihak penyelenggara juga mempertimbangkan sisi safety para pembalap. Sementara pihak factory fokus sebisa mungkin teknologi apapun bisa dituangkan pada si kuda besi. Kita ambil contoh simple saja yakni Honda. Pada 2006 Honda duluan memakai ride by wire yang konon katanya si rider tinggal buka dan tutup gas, tidak takut jatuh, Selanjutnya Honda menuangkan teknologi robot Asimo, perpaduan gyro dan akselerometer yang disebut inclinometer.

Nah, apa semua kontrol elektronik motoGP ingin dihilangkan/dikurangi, agar race jadi seru lagi? Sehingga keluar dari tujuan awal dibentuknya si motoGP. Atau dukung terus berkembangnya teknologi motoGP? Yang sebenarnya dilingkungan sekitar kita sudah bertebaran motor harian dengan jeroan hasil dari perkembangan motoGP. Seperti injeksi, forged piston-nya Yamaha, cross plane ala M1 pada Yamaha R1, desmosedici pada beberapa varian motor massal Ducati, dll.

Sekian dulu, semoga bisa bermanfaat.

Salam Biker Nusantara!




Wednesday, 7 May 2014

Perang Pasar Monster 250cc Tanah Air

Yaa.. Udah lama tidak buka blog jarang apdet postingan nih. Sampai niat posting panasnya persaingan motor sport kelas 250cc tanah air ketunda-tunda. :v

Ok deh, kalau diperhatikan beberapa tahun terakhir masyarakat kita mulai aktif memilih motor ber-cc 250, bisa dikatakan moge entry level. Dari awal pasar kelas ini hanya diisi oleh dua vendor raksasa Jepang. Honda dan Yamaha? Bukan. Honda dan Kawasaki. Honda dengan andalan CB series-nya CBR 250 R,

Sementara Kawasaki dengan Ninja 250

Si Ninin (Ninja 250, red) lebih ditrima masyarakat dengan membukukan penjualan di atas si CBR. Memang dengan cc yang sama, sementara Ninin menghadirkan 2 silinder sementara CBR masih menggendong single cylinder. Lebih besarnya horse power pada Ninin juga menjadi nilai plus lainnya. Dari segi ergonominya pula si Ninin agak racy, memaksa rider agak menunduk bagi mayoritas orang Indonesia yang kurang jangkung. Sedang Honda CBR tampaknya masih mempertimbangkan sisi daily use-nya dengan fokus ergonominya yang nyaman, sehingga buat perjalanan jauh pun gak buat punggung kaku.

Mengikuti standar dunia masalah gas buang (CO) yang ramah lingkungan, sadar akan potensi Ninja 250 yang terus meroket pasarnya, Kawasaki lahirkan Ninja 250 FI

Tampilan Ninin FI lebih garang dan fresh, masih mendominasi pasar motor sport 250 cc.

Ninja 250 Mono
Regulasi dunia yang menuntut kembali masalah gas buang membuat Kawasaki menyuntik mati Ninja 150 R yang pasarnya juga tak kalah penting. Membuat Kawasaki pusing cari suksesornya. Teringat dari balap sport 250 cc antara Ninja 250 (dua silinder) yang sering dipecundangi CBR 250 pada even-even nasional, solusi cerdas Kawasaki yakni mendiscontinue si Ninin 150 dan menggantinya dengan Ninin 250 Mono (satu silinder). Nah lho, peserta sport 250cc udah bertambah satu lagi. 

Beredar isu pula bahwa Honda akan produksi CBR 250 dua silinder guna perpanas pasar yang dikuasai Kawasaki. Tetapi sampai sekarang belum ada snapshot ataupun kabar hot mengenai calon produk Honda satu ini.

Sementara Yamaha yang sedang rajai puncak pasar sport 150cc tampak juga mulai tidak tenang dengan sepinya pasar kelas sport 250cc. Masih dalam bentuk prototype, Yamaha produksi YZF250 atau lebih dikenal dengan R25. Dengan bentuk lekukan bodi yang lebih fresh, khas M1 motoGP, yang dites langsung oleh The Doctor diramalkan R25 akan ikut menyaingi si Ninin. Isu yang beredar R25 akan launching Juni mendatang.



 Ayo-ayo dipilih....
Dengan persaingan begini, para pabrikan akan berlomba-lomba menciptakan motor sesuai keinginan konsumen dengan harga yang bersaing pula. Balik lagi yang diuntungkan ya konsumen, tinggal pilih yang mana, mana yang cocok.

Itu baru sport 250 yang pakai baju (sport fairing), belum yang versi naked.

Salam Biker Tanah Air!!

Sunday, 4 May 2014

Marquez Kuasai Puncak Podium Jerez



Samarinda- Tanpa perlawanan yang berarti setelah 27 lap gelaran motoGP seri Jerez Spanyol 4 Mei 2014, dimenangkan oleh rider muda Mark "Baby Allien" Marquez. Sempat sengit di lap-lap awal barisan depan yang pastinya semua penikmat motoGP tegang. Diawali Vale yang start dengan smooth dan langsung menyodok rider terdepan, begitupun Lorenzo. Yang tidak kalah impressif start rider Itali (Andrea) Dovizioso yang berhasil menggeser Dani (Pedrosa).
Seperti race-race sebelumnya dapat ditebak, Marquez ngacir tanpa tersentuh lawan yang sebelumnya sempat head to head dengan Vale. Gap dengan posisi kedua (Rossi) pun semakin jauh hingga menyentuh 3, sekian detik.
Sangat disayangkan buat teammate Marquez, Dani (Pedrosa) harusnya kalau lebih ngotot satu lap saja bisa saja meraih podium kedua, menggeser Valentino. Karena pada final lap Dani sudah sangat dekat dengan The Doctor.
Untuk Rossi, podium kedua di Jerez ini merupakan 2nd podium-nya yang kedua pula setelah yang pertama pada seri perdana Losail Qatar 24 Maret 2014 lalu.

Berikut hasil race MotoGP Jerez Spanyol:
 1. Mark Marquez. Repsol Honda Team. Lap 27
 2. Valentino Rossi. Movistar Yamaha MotoGP. +1.431
 3. Dani Pedrosa. Repsol Honda Team. +1.529
 4. Jorge Lorenzo. Movistar Yamaha MotoGP. +8.451
 5. Andrea Dovizioso. Ducati Team. +27.494
 6. Alvaro Bautista. Go&Fun Honda Gressini. +27.606
 7. Aleix Espargaro. NGM Forward Racing. +27.917
 8. Bradley Smith. Monster Yamaha Tech3. +27.947
 9. Pol Espargaro. Monster Yamaha tech3. +29.419
 10. Stefan Bradl. LCR Honda MotoGP. +32.872
 11. Nicky Hayden. Drive M7 Aspar. +35.490
 12. Hiroshi Aoyama. Drive M7 Aspar. +40.083
 13. Scott Redding. Go&Fun Honda Gressini. +43.830